Selasa, 04 Februari 2020


CARA MEMBUAT KOMPOS
Oleh : Elis Passoyo, S.Pt
            Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Kompos berfungsi sebagai sumber hara dan media tumbuh bagi tanaman.
            Dilihat dari proses pembuatannya terdapat dua macam cara membuat kompos, yaitu melalui proses aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa udara). Kedua metode ini menghasilkan kompos yang sama baiknya hanya saja bentuk fisiknya agak sedikit berbeda.
Cara membuat kompos metode aerob
            Proses pembuatan kompos aerob sebaiknya dilakukan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Karakter dan jenis bahan baku yang cocok untuk pengomposan aerob adalah material organik yang mempunyai perbandingan unsur karbon (C) dan nitrogen (N) kecil (dibawah 30:1), kadar air 40-50% dan pH sekitar 6-8. Contohnya adalah hijauan leguminosa, jerami, gedebog pisang dan kotoran unggas. Apabila kekurangan bahan yang megandung karbon, bisa ditambahkan arang sekam padi ke dalam adonan pupuk.
            Cara membuat kompos aerob memakan waktu 40-50 hari. Perlu ketelatenan lebih untuk membuat kompos dengan metode ini. Kita harus mengontrol dengan seksama suhu dan kelembaban kompos saat proses pengomposan berlangsung. Secara berkala, tumpukan kompos harus dibalik untuk menyetabilkan suhu dan kelembabannya. Berikut ini cara membuat kompos aerob:
·         Siapkan lahan seluas 10 meter persegi untuk tempat pengomposan. Lebih baik apabila tempat pengomposan diberi peneduh untuk menghindari hujan.
·         Buat bak atau kotak persegi empat dari papan kayu dengan lebar 1 meter dan panjang 1,5 meter. Pilih papan kayu yang memiliki lebar 30-40 cm.
·         Siapkan material organik dari sisa-sisa tanaman, bisa juga dicampur dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik tersebut hingga menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil potongan bahan organik semakin baik. Namun jangan sampai terlalu halus, agar aerasi bisa berlangsung sempurna saat pengomposan berlangsung.
·         Masukan bahan organik yang sudah dicacah ke dalam bak kayu, kemudian padatkan. Isi seluruh bak kayu hingga penuh.

Searah jarum jam: (1) Pemilihan lokasi pengomposan, (2) Membuat bak/kotak kayu, (3) Menyeleksi dan merajang bahan baku, (4) Memasukkan bahan baku baku kedalm bak kayu
·         Siram bahan baku kompos yang sudah tersusun dalam kotak kayu untuk memberikan kelembaban. Untuk mempercepat proses pengomposan bisa ditambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke dalam tumpukan kompos tersebut. Setelah itu, naikkan bak papan ke atas kemudian tambahkan lagi bahan-bahan lain. Lakukan terus hingga ketinggian kompos sekitar 1,5 meter.
·         Setelah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik hingga 65oC, biarkan keadaan yang panas ini hingga 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur dan gulma. Perlu diperhatikan, proses pembiaran jangan sampai lebih dari 4 hari. Karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Apabila mikroorganisme dekomposer ikut mati, kompos akan lebih lama matangnya.
·         Setelah hari ke-4, turunkan suhu untuk mencegah kematian mikroorganisme dekomposer. Jaga suhu optimum pengomposan pada kisaran 45-60oC dan kelembaban pada 40-50%. Cara menjaga suhu adalah dengan membolak-balik kompos, sedangkan untuk menjaga kelembaban siram kompos dengan air. Pada kondisi ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kita bisa menutup tumpukan kompos dengan terpal plastik, sekaligus juga melindungi kompos dari siraman air hujan.
·         Cara membalik kompos sebaiknya dilakukan dengan metode berikut. Angkat bak kayu, lepaskan dari tumpukan kompos. Lalu letakan persis disamping tumpukan kompos. Kemudian pindahkan bagian kompos yang paling atas kedalam bak kayu tersebut sambil diaduk. Lakukan seperti mengisi kompos di tahap awal. Lakukan terus hingga seluruh tumpuka kompos berpindah kesampingnya. Dengan begitu, semua kompos dipastikan sudah terbalik semua. Proses pembalikan sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali sampai proses pengomposan selesai. Atau balik apabila suhu dan kelembaban melebihi batas yang ditentukan.
·         Apabila suhu sudah stabil dibawah 45oC, warna kompos hitam kecoklatan dan volume menyusut hingga 50% hentikan proses pembalikan. Selanjutnya adalah proses pematangan selama 14 hari.
·         Secara teoritis, proses pengomposan selesai setelah 40-50 hari. Namun kenyataannya bisa lebih cepat atau lebih lambat tergantung dari keadaan dekomposer dan bahan baku kompos. Pupuk kompos yang telah matang dicirikan dengan warnanya yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, tidak berbau.
·         Untuk memperbaiki penampilan (apabila pupuk kompos hendak dijual) dan agar bisa disimpan lama, sebaiknya kompos diayak dan di kemas dalam karung. Simpan pupuk kompos di tempat kering dan teduh.

Searah jarum jam: (1) Penyiraman dan penambahan dekomposer, (2) Proses penumpukkan kompos, (3) Merapihkan tumpukan, (4) Pembalikan kompos
            Proses pembuatan kompos aerob cocok untuk memproduksi kompos dalam jumlah besar. Untuk melihat lebih jauh tentang cara membuat kompos dengan metode aerob,
Cara membuat kompos metode anaerob
            Cara membuat kompos dengan metode anaerob biasanya memerlukan inokulan mikroorganisme (starter) untuk mempercepat proses pengomposannya.  Inokulan terdiri dari mikroorganisme pilihan yang bisa menguraikan bahan organik dengan cepat, seperti efektif mikroorganime (EM4). Di pasaran terdapat juga jenis inokulan dari berbagai merek seperti superbio, probio, dll. Apabila tidak tersedia dana yang cukup, kita juga bisa membuat sendiri inokulan efektif mikroorganisme.
Bahan baku yang digunakan sebaiknya material organik yang mempunyai perbandingan C dan N tinggi (lebih dari 30:1). Beberapa diantaranya adalah serbuk gergaji, sekam padi dan kotoran kambing. Waktu yang diperlukan untuk membuat kompos dengan metode anaerob bisa 10-80 hari, tergantung pada efektifitas dekomposer dan bahan baku yang digunakan.  Suhu optimal selama proses pengomposan berkisar 35-45oC dengan tingkat kelembaban 30-40%. Berikut tahapan cara membuat kompos dengan proses anaerob:
·         Siapkan bahan organik yang akan dikomposkan. Sebaiknya pilih bahan yang lunak terdiri dari limbah tanaman atau hewan. Bahan yang bisa digunakan antara lain, hijauan tanaman, ampas tahu, limbah organik rumah tangga, kotoran ayam, kotoran kambing, dll. Rajang bahan tersebut hingga halus, semakin halus semakin baik.
·         Siapkan dekomposer (EM4) sebagai starter. Caranya, campurkan 1 cc EM4 dengan 1 liter air dan 1 gram gula. Kemudian diamkan selama 24 jam.
·         Ambil terpal plastik sebagai alas, simpan bahan organik yang sudah dirajang halus di atas terpal. Campurkan serbuk gergaji pada bahan tersebut untuk menambah nilai perbandingan C dan N. Kemudian semprotkan larutan EM4 yang telah diencerkan tadi. Aduk sampai merata, jaga kelembaban pada kisaran 30-40%, apabila kurang lembab bisa disemprotkan air.
·         Siapkan tong plastik yang kedap udara. Masukan bahan organik yang sudah dicampur tadi. Kemudian tutup rapat-rapat dan diamkan hingga 3-4 hari untuk menjalani proses fermentasi. Suhu pengomposan pada saat fermentasi akan berkisar 35-45oC.
·         Setelah empat hari cek kematangan kompos. Pupuk kompos yang matang dicirikan dengan baunya yang harum seperti bau tape.

Minggu, 27 Oktober 2019

MERENCANAKAN
EVALUASI DAMPAK PENYULUHAN PERTANIAN
DI KELURAHAN MAROANGIN


         
         

Oleh : Elis Passoyo, S.Pt

BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) TELLUWANUA
KECAMATAN TELLUWANUA
KOTA PALOPO
TAHUN 2019






















KUISIONER
EVALUASI DAMPAK PENYULUHAN PERTANIAN
Identitas Responden
1.      Nama                                             :
2.      Umur                                             :
3.      Pendidikan                                    :
4.      Jumlah anggota keluarga               :
5.      Alamat                                          :
-          Kelurahan                                     :
-          Wibi                                              :
-          Kecamatan                                    :
6.      Data usah tani                               :
a.       Luas lahan sawah                  :                       ha
b.      Luas lahan kering                  :                       ha
c.       Jumlah ternak                         :
-          Sapi                                  :                       ekor
-          Kerbau                             :                       ekor
-          Kambing                          :                       ekor
-          Domba                             :                       ekor
-          Ayam buras                     :                       ekor
-          Ayam ras petelur             :                       ekor
-          Ayam ras pedaging          :                       ekor
-          Itik                                   :                       ekor
-          Entog / Angsa                  :                       ekor
-          Kelinci                             :                       ekor
-          Burung Puyuh                  :                       ekor

II. Bidang Tanaman Pangan
Pertanyaan pengetahuan :
1.     Agar tanaman padi tumbuh dengan baik dan produktifitasnya tinggi maka perlu dilakukan pemupukan dengan berbagai jenis pupuk, yaitu
2.     Untuk mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman padi dilakukan dengan berbagai metode ( PHT ). Cara cara pengendalian tersebut adalah  ……………………………………...
3.    Sebutkan jenis jenis jagung hibrida yang ada sekarang dan benihnya telah banyak di perjual belikan  serta ditanam  oleh petani.
Pertanyaan sikap petani  :
1.    Apabila Bapak diminta untuk memilih jenis usah atani , apa tujuan dan pertimbanganya
a.    Melakukan usaha tani dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang diperlukan untuk keluarga.
b.    Melakukan usahatani yang menghasilkan produk untuk memenuhi konsumsi keluarga dan sisanya untuk dijual.
c.    Melakukan usaha tani dengan tujuan untuk dijual semua di pasar.
d.   Melakukan dan memilih usaha tani yang laku dijual di pasaran dan menguntungkan.
2.    Untuk memperoleh hasil yang baik pada tanaman cabe, salah satu teknologi yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan benih cabe yang berkualitas dan bersertifikat, bagaimana menurut bapak selama ini ?
a.    Tidak setuju
b.    Kurang setuju
c.    Setuju
d.   Sangat setuju.
3.    Dewasa ini banyak berkembang hasil teknologi berupa varietas unggul baru yang mampu meningkatkan produksi, seperti padi hibrida, jagung hibrida, pisang Cavendis dan bibit bibit hasil kultur jaringan. Bagaimana pendapat bapak tentang bibit tersebut ?
a.    Tidak setuju karena akan menambah biaya.
b.    Agak setuju karena belum tahu buktinya.
c.    Setuju untuk menambah pengetahuan dan pengalaman.
d.   Sangat setuju karena hasilnya dapat dijamin kualitasnya sesuai dengan pohon induknya.
Pertanyaan ketrampilan :
1.    Untuk memperoleh hasil optimal tanaman padi harus dipupuk secara tepat dosis, jumlah, waktu, tempat ,  pemupukan yang telah bapak lakukan adalah :
a.    Tanaman dipupuk 2 kali, yaitu yang ke I umur 2-3 mionggu diberikan Urea ½ dosis, dan yang ke II umur  4-5  minggu diberikan Urea  ½ dosis dengan cara disebar.
b.    Tanaman dipupuk 2 kali, yang ke I umur 2-3 minggu diberi Urea ½ dosis ditambah Phonska seluruh dosis, dan pemupukan yang ke II umur 4 – 5 minggu diberikan Urea ½ dosis, dengan cara disebar dengan kondisi airnya macak macak.
c.    Dipupuk 3 kali, yaitu sebelum tanam diberikan Phonska semua dosis ditambah Urea 1/3 dosis, pemupukan ke II diberikan umur 2-3 minggu Urea 1/3 dosis, dan pemupukan ke III diberikan pupuk lagi jika diperlukan sesuai BWD
2.    Urutan kerja menanam Jagung system tanpa olah tanah pada lahan sawah setelah padi gadu adalah sebagai berikut :  
a.    Benih Jagung ditebar kemudian jerami direbahkan sebagai mulsa dan Jagung tumbuh secara alami.
b.    Jerami dipangkas dibuat lobang tanam kemudian dilakukan penanaman Jagung pada lobang tanam.
3.    Jerami dipangkas kemudian dibuat lobang, dan Jagung ditanam dalam lobang tanam dan jerami ditebar merata
4.    Teknik pemanenan cabe merah keriting yang benar adalah sebagai berikut :
a.    Kita lakukan pemanenan secara serempak dengan memetik buah cabe yang telah besar seluruhnya, kemudian kita kemas untuk diangkut dan dipasarkan.
b.    Kita lakukan pemanenan dengan menunggu buah cabe merah semua, kemudian dipetik dan dikemas dan siap diangkut untuk dipasarkan.
c.    Kita lakukan pemetikan secara berkala setiap minggu sekali dengan memetik buah cabe yang telah merah, kemudian dilakukan pengemasan dan siap diangkut untuk dipasarkan.
II. Bidang Peternakan
Pertanyaan pengetahuan  petani :
1.    Ada beberapa jenis ternak yang dipelihara yaitu, ternak besar, ternak kecil, dan unggas. Tolong sebutkan yang termasuk ternak kecil !
2.    Telah terjadi perkembangan wabah penyakit yang menyerang ternak unggas, dan burung, dengan gejala mati mendadak dalam jumlah yang banyak. Jenis penyakit apakah itu ?
3.    Usaha peternakan sangat mendukung budidaya pertanian dalam memperoleh pupuk organik yang dibuat dari pupuk kandang dengan mikro organisme sebagai biodekomposer, bagaimana cara pembuatan pupuk organik tersebut ?
4.    Untuk memperoleh hasil ternak yang baik sehingga mampu memberikan keuntungan maka diperlukan usaha pokok yang disebut dengan sapta usaha. Tolong sebutkan tujuh macam uasaha tersebut ( sapta usaha )
Pertanyaan sikap petani :
1.    Bagaimana tanggapan bapak dengan adanya teknologi peternakan kawin suntik (IB) pada ternak sapi ?
a.    Sangat tertarik dan ingin mencoba menerapkan teknologi yang diterima.
b.    Tertarik tapi sulit untuk menerapkan teknologi yang diterima
c.    Kurang tertarik karena sulit untuk menerapkan
d.   Tidak tertarik karena sulit untuk menerapkan
2.    Usaha di bidang peternakan cukup menjanjikan dari segi keuntungan maupun menfaat bagi petani menurut bapak?
a.    Sangat tertarik dan ingin mencoba menerapkan.
b. Tertarik tapi sulit untuk menerapkan
c.  Kurang tertarik karena sulit untuk menerapkan
d. Tidak tertarik karena sulit untuk menerapkan
3.    Apabila ternak dikelola dengan baik, menguntungkan bagi peternak.
a.    Sangat setuju kalau dikelola dengan teknologi yang baik.
b.    Cukup ada keinginan untuk mengelola dengan baik
c.    Kurang ada keinginan untuk mengelola dengan baik
d.   Tidak ada keinginan mengelola dengan baik
Pertanyaan ketrampilan petani :
1.    Sebelum usaha peternakan , apa yang bapak kerjakan , agar usaha berhasil ?
a.    Mempersiapkan kandang beserta peralatan beternak yang diperlukan seluruhnya
b.    Mempersiapkan alat yang penting saja
c.    Mempersiapkan dan merencanakan dengan matang baik alat maupun bahan lain yang diperlukan
2.    Dalam teknologi agribisnis pola integrasi padi dan sapi yang dapat saling menunjang, yang diharapkan menanggulangi kerusakan tanah akibat penggunaan kimia berlebihan yaitu dengan menggunakan kompos untuk pupuk organik dan menggunakan limbah padi untuk pakan sapi,  dipilih teknologi sebagai berikut :
a.    Petani padi termotivasi untuk mempertahankan kesuburan tanah petanian
b.    Penggunaan kompos membuka peluang pasar baru dan mendorong masyarakat mengembangkan industri kompos dengan memelihara sapi
c.    Teknologi pakan ternak dengan menggunakan limbah pertanian dan jerami padi bisa mengurangi biaya pemeliharaan sapi
3.    Bagaimana bapak atau ibu memberikan ransum itik yang baik dan menguntungkan ?
a.    Pemberian ransum diberikan pagi dan sore dan diukur untuk itik umur 21 hari dan seterusnya, 1,5 – 2 0ns/ekor/hari. Dengan campuran 30 % dedak, 34,5 % rumput muda, campur jagung giling dan lain lain 10 %, tepung ikan, tulang 20 %, bungkil kelapa/ kacang 5 %, garam 0,5 % sesuai kebutuhan.
b.    Jangan memberikan ransum berubah ubah jenis, apabila itik mulai bertelur sebaiknya dengan system  2; 1; 2; 0,5 ( 2 dedak, 1 konsentrat, 2 jagung, 0,5 % keong, bekicot dan sejenisnya )
c.    Jika memberikan ransum berubah hendaknya kandungan protein, lemak, dan karbohidratnya harus melebihi kebutuhan hidup pokok ternak itik / ekor / hari


Kunci  jawaban bidang Pertanian Tanaman Pangan
                                                                                                                                                                                                                                            Nilai
1.a. Pupuk an-organik berupa Urea dan Superphos                                                   1
  b. Pupuk an-organik berupa, Urea,phonska                                                              2
   c. Pupuk an-organik berupa Urea, phonska, dan pupuk organic baik                      3
       pupuk kandang, pupuk  hijau maupun pupuk kompos/ bokasi                           
2.a. Membunuh hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida kimia                        1
    b.Melakukan pengendalian secara biologis dan penggunaan pestisida nabati       2
    c. Melakukan pencegahan dan pengamatan dini serta pengendalian biologis       3
       dan penggunaan pestisida  kimia bila diperlukan                                              
3.a. Membuang ranting yang terserang dan penyemprotan pestisida                        1
    b.Pembersihan dan pembongkaran tanah yang terserang  dan menanam            2
       tanaman yang bebas CVPD   
    c.Melakukan isolasi tempat dan menanam bibit yangb bebas CVPD                     3
4.a. Cabe lokal, cabe rawit                                                                                          1
    b. Cabe lokal, cabe rawit dan cabe besar                                                               2
    c. Cabe lokal , cabe rawit, cabe besar, cabe keriting dan jenis jenis cabe hibrida           3

No  5, 6, 7    nilai  jawaban                   a =   1  , b =  2,   c =  3,   d  =  4
No  8 , 9 , 10   nilai jawaban                 a  =  1 ,  b =  2 ,  c  =  3

Kunci jawaban Bidang Peternak            Nilai
1.    a. Kambing, domba, babi, kelinci dan marmot                             3
b. Kambing, domba dan kelinci                                                         2
c. Kambing                                                                                        1
 2. a.Flu Burung ( Avian Influinza )                                                    3
b.Flu Burung, N D, Tetelo                                                                 2
     c. N D, Tetelo dan Ngorok                                                           1
 3. Mempersiapkan bahan dan alat yang dipergunakan antara lain; starter, molase atau gula,            pupuk kandang, bekatul, dan kotoran disekitar kandang yang bisa dimanfaatkan dipotong kecil kecil kurang lebih  sepanjang 5 cm agar mudah diaduk dengan cangkul dengan bahan yang lain. Membuat  larutan molase atau gula dengan 5 – 10 %  dan starter  1- 2 %  dan dedak halus 10 kg. setiap 300 kg diaduk jadi satu dengan air adonan sampai basah dan dikepal ,airnya tidak menetes dan bila dilepas dari genggaman bias ambyar. Kemudian dibuat gundukan dengan ketinggian 20 -25 cm dan ditutup dengan karung sampai rapat. Apabila selama 24 jam panas melebihi 45 derajad celcius maka segera diaduk aduk kemudian dibiarkan sebentar kemudian ditutup kembali. Begitu seterusnya sampai pupuk bokasi jadi dengan ditandai perubahan warna menjadi gelam seperti tanah, struktur remah dan tidak panas.
a.      Dapat menerangkan dengan benar                                              3
b.      Dapat menerangkan kurang lengkap                                            2
c.       Dapat menerangkan hanya sebagian saja                                   1
4.      -Pemilihan bibit yang baik
-Pengamatan dan pencegahan hama dan penyakit ternak
-Penyediaan kandang yang memenuhi syarat
-Pemberian pakan atau ransum
-pengelolaan reproduksi
-Penanganan pasca panen dan pemasaran
-managemen usaha ternak yang baik

Keterangan nilai : No 4. Jumlah nilai = sejumlah yang dapat disebutkan :
Jumlah yang disebutkan   5-7  nilai  3
Jumlah yang disebutkan   3-5  nilai   2
Jumlah yang disebutkan    1-2 nilai   1

No  5. 6, 7 nilai  a = 4;  b= 3;  c=  2;   d = 1
No 8 , 9, 10  nilai  a = 3 ; b =  2 ; c  =  1